
MELACAK SEJARAH
CETAK BIRU
MELODI ANAK BANGSA
Memilih dan menentukan album musik Indonesia dari kurun waktu dasawarsa ‘50-an hingga sekarang bukanlah perkara ringan. Apalagi kemudian merangkumnya menjadi 150 album terbaik. Dan itulah yang kami lakukan. Mencoba melihat cetak biru karya anak bangsa ini. Sebuah pekerjaan yang tak mudah. Sesuatu yang musykil-musykil gampang. Karena musik yang dipilih bermuasal dari berbagai genre, ada pop, rock, jazz, R&B, dangdut, progressive rock, eksperimental, dan banyak lagi yang masing-masing memiliki karakter dan pesona tersendiri. Subyektivitas berupa selera pribadi dari awal memang harus disingkirkan jauh-jauh.
Sesudah membaca list album terbaik ini, pasti akan berseliweran aneka pertanyaan. Begitu hebatkah album Badai Pasti Berlalu? Sedahsyat apa musik Koes Plus atau Kus Bersaudara? Mengapa Naif? Kenapa ada Oma Irama? Apa hebatnya seorang Indra Lesmana? Ngetop tidak seorang Harry Roesli? Begitu pentingkah Benjamin S. atau Guest Band? Mengapa harus White Shoes & the Couples Company? Siapa itu Pure Saturday dan Flowers?
Rambu-rambu dalam pemilihan album-album terbaik ini justeru lebih mengacu pada pengaruh album, yaitu memberikan inspirasi terhadap pemusik di zamannya maupun setelahnya, memberikan pengaruh terhadap industri musik pop pada zamannya maupun sesudahnya serta album yang dipilih memiliki kualitas musikal di atas rata-rata. Dan juga album tersebut harus beredar di Indonesia.
Langkah awal, rolling stone sengaja mengundang sejumlah sosok dari berbagai bidang seperti pemusik, penyanyi, label rekaman, pengamat musik, dan kolektor musik untuk membuat list album-album terbaik versi mereka masing-masing. Bisa jadi yang namanya subyektivitas akan bergulir kencang di sini. Tapi toh dari list-list ini sebetulnya pelan-pelan mulai bisa terkuak pemetaan kondisi industri musik negeri ini sejak awal kemunculan piringan rekaman long play di penghujung tahun ‘50-an, lalu masuk ke era kaset di tahun ‘70-an serta era CD di tahun ‘90-an hingga kini.
List album-album ini lalu digodok secara keroyokan oleh tim Rolling Stone Indonesia bersama 4 kontributor kami: David Tarigan, Denny MR, Denny Sakrie, dan Theodore KS yang bahu membahu. Saling melengkapi. Saling merevisi. Debat dan brainstorming yang alot berlangsung 4 hari berturut-turut di kantor rolling- stone Indonesia di jalan Ampera Raya 16 terutama untuk menentukan peringkat.
Ini adalah hal yang lumayan sensitif terutama menimbang beberapa album musik dari era yang berbeda dengan genre musik yang juga tak seragam. Karena hasil list album-album terbaik ini setidaknya memang harus mencerminkan grafik historik perjalanan musik Indonesia dan juga penilaian musik berdasarkan visi dan filosofi rolling stone itu sendiri. Karena di mana pun, yang namanya polling dan sejenisnya sudah pasti akan menimbulkan pro dan kontra. Tapi jangan lupa, segala bentuk polling memang merupakan otoritas sekaligus tanggung jawab yang melakukannya. Dan, hasilnya juga tidak akan jauh dari fakta dan unsur bermuatan obyektivitas. Maunya memang harus begitu.
Dari hasil polling 150 Album Indonesia Terbaik pada akhirnya akan memetakan perjalanan musik Indonesia dengan pelbagai pergeseran trend musik yang berubah sesuai dengan kekinian. Dalam merengkuh 5 dasawarsa perjalanan musik Indonesia, ternyata musik Indonesia sarat de-ngan warna dan terobosan. Pengaruh mempengaruhi pun, merupakan sesuatu yang tak terhindari lagi.
Namun kami juga menemukan fakta yang tak kalah menarik. Terkadang kami susah untuk mencari data dari album atau penyanyi dan pencipta album tersebut. Kita ternyata ba-nyak melupakan sejarah musik Indonesia. Kita melupakan nama-nama yang telah ikut membentuk jati diri musik Indonesia. Untung masih ada segelentir sosok yang mengumpulkan artefak musik-musik langka negeri ini. Terimakasih untuk para kolektor dan pengamat dan penikmat musik yang mendokumentasikan musik bangsa ini dengan semangat dan biaya dari mereka sendiri.
150 Album Indonesia Terbaik telah rampung tersusun dan kini terpampang di hadapan Anda. Mari kita cocokkan apakah ada kesamaan antara kami dan Anda dalam menilai sebuah musik.Rasanya memang tak bakal berbeda jauh. Beda dan silang pendapat sekecil apapun sudah pasti bakal mencuat dan mengemuka. Itu lumrah, tentu saja.
Hidup musik Indonesia!
(Rolling Stone Indonesia Edisi 32 - Desember 2007)
150 Album Indonesia Terbaik versi Rolling Stone:
1. Badai Pasti Berlalu (Irama Mas, 1977)
2. Guruh Gipsy (Guruh Gipsy, 1976)
3. Lomba Cipta Lagu Remaja 1978 (DD Record, 1978)
4. Dheg Dheg Plas – Koes Plus (Melody, 1969)
5. Suit-Suit He…He (Gadis Sexy) – Slank (Project Q, 1991)
6. To The So Called The Guilties – Koes Bersaudara (Mesra, 1967)
7. Api Asmara – Rien Djamain (Hidayat, 1975)
8. Swami (Airo Production, 1989)
9. 4 Through The Sap – PAS (Nova/Sap, 1994)
10. Ken Arok – Harry Roesli (Eterna Record, 1977)
11. Begadang – Oma Irama (Yukawi, 1974)
12. Yopie Item & Idris Sardi Live (Pramaqua, 1977)
13. Musik Saya Adalah Saya – Yockie Soerjoprajogo (Musica, 1979)
14. Kus Bersaudara (Irama, 1964)
15. Roxx (Blackboard, 1992)
16. Pure Saturday (Bacott/Ceepee, 1996)
17. Sakura – Fariz RM (Akurama, 1980)
18. Lagu Gumarang Jang Terkenal (Mesra, 1960)
19. Trio Bimbo 1971 (Polydor, 1971)
20. Jang Pertama – Dara Puspita (Mesra, 1965)
21. Koes Plus Volume 2 (Dimitra, 1970)
22. Naif (Bulletin, 1998)
23. Camellia I – Ebiet G. Ade (Jackson Record, 1979)
24. Citra Ceria – Vina Panduwinata (Jackson Record, 1984)
25. Si Djampang – Benjamin S. (Melody, 1969)
26. Terbaik Terbaik – Dewa19 (Aquarius Musikindo, 1997)
27. Sarjana Muda – Iwan Fals (Musica Studio’s, 1981)
28. Kebyar Kebyar – Gombloh (Golden Hand)
29. Kedua – Kla Project (Pro Sound)
30. Koes Plus Volume 4 (Mesra, 1971)
31. Tangan Tangan Setan – Nicky Astria (AMK Records, 1985)
32. Semalam Di Malaya – Saiful Bahri (Irama, 1961)
33. Sheila On 7 (Sony, 1999)
34. Philosophy Gang – Harry Roesli’s Gang (Lion Record, 1973)
35. Hotel Van Vincente – Transs (Akurama, 1981)
36. Giant On The Move – Giant Steps (RM Recording, 1977)
37. Oslan Husein (Irama, 1964)
38. Koes Plus Volume 5 (Mesra, 1971)
39. Pemuda – Chaseiro (Musica Studio’s, 1978)
40. Centralismo – Sore (Aksara, 2005)
41. Reborn – Indra Lesmana (BMG, 2000)
42. Nyanyian Fajar – Leo Kristi (Golden Hand, 1976)
43. God Bless (Pramaqua, 1976)
44. Di Batas Angan Angan – Keenan Nasution (Irama, 1978)
45. Duo Kribo Original Soundtrack (Musica Studio’s, 1978)
46. Dunia – Gigi (Union Artist, 1995)
47. Papaja Mangga Pisang Jambu (Irama, 1957)
48. Musim Bunga – Franky & Jane (Jackson, 1977)
49. Indahnya Sepi – Candra Darusman (Irama Tara, 1981)
50. Jurang Pemisah – Yockie Soerjoprajogo (Pramaqua, 1978)
51. Sabda Alam – Chrisye (Musica Studio’s. 1978)
52. Doa Ibu – Titiek Puspa (Irama, 1966)
53. Titik Api – Harry Roesli (Aktuil, 1976)
54. Panggung Perak – Fariz RM (Akurama, 1981)
55. Sesuatu Yang Tertunda – Padi (Sony, 2001)
56. Kampungan – Slank (Project Q, 1991)
57. Puspa Indah Taman Hati – Chrisye (Musica Studio’s, 1979)
58. Kisah Pasar Baru (Irama)
59. My Diary – Mocca (Fast Forward Record, 2003)
60. Krakatau (Bulletin, 1987)
61. Megaloblast – Koil (Apocalyse, 2001)
62. Eka Sapta (Bali, 1963)
63. Bubi Chen And His Fabulous 5 (Irama, 1962)
64. Kantata Takwa (Airo Production, 1990)
65. Netral (Bulletin, 1995)
66. Kemarau - New Rollies (Musica, 1979)
67. Mata Dewa – Iwan Fals (Airo Production, 1989)
68. Semut Hitam - God Bless (Logiss Records, 1988)
69. Orang Gila – Iwan Fals (Harpa, 1994)
70. Alam Raya – Abbhama (Tala & Co., 1979)
71. Living In The Western World – Fariz RM (Grammy, 1989)
72. Titik Cerah – Naif (Bulletin, 2003)
73. The Rollies (Remaco, 1972)
74. Bahtera Asmara – Andi Meriem Mattalatta (Musica Studio’s)
75. Aku Pasti Datang – Utha Likumahuwa (Jackson Record, 1985)
76. Manisku – Broery Pesolima (Hidayat, 1976)
77. Rumah Ke Tujuh – Indra Lesmana (BMG, 2002)
78. Melayang – January Christy (Aquarius/Pro Sound, 1990)
79. Pasti – Karimata (Pro Sound, 1986)
80. Intermezzo – Dian Pramana Poetra (Jackson, 1984)
81. Sign Of Love – The Rollies (Purnama, 1973)
82. Resesi – Chrisye (Musica, 1983)
83. Bulan Di Asia – Java Jazz (Union Artist/Jamz, 1991)
84. White Shoes & The Couples Company (Aksara, 2005)
85. Nadia & Atmosphere – Lemon Tree’s Anno ’69 (Golden Hand, 1978)
86. Discus 1st (Mellow Record, 1999)
87. Interaksi – Humania (EMI/Swarabumi, 2000)
88. Noor Bersaudara (Hidayat, 1977)
89. The Beast – Edane (Airo, 1992)
90. Aku Sayang Kamu! – Iwan Fals (Musica, 1986)
91. Kidnap Katrina (Program, 1993)
92. Barong’s Band (Nirwana)
93. Jezz – Karimata (Aquarius, 1991)
94. Ghede Chokra’s – Shark Move (Shark Move, 1973)
95. Festival Lagu Populer Indonesia 1987 (Bulletin, 1987)
96. Bintang Lima – Dewa (Aquarius, 2000)
97. Gempita Dalam Dada – Harvey Malaiholo (Billboard, 1986)
98. Andai Aku Besar Nanti – Sherina (Ceepee, 1997)
99. Rara Ragadi (Duba Record, 1979)
100. Produk Hijau – WOW! (Venus, 1983)
101. In (No) Sensation – PAS (Aquarius, 1995)
102. Baur – Simak Dialog (Chico&Ira/Aquarius, 1999)
103. The Rollies (Popsound/Phillips, 1969)
104. Trapesium – Symphony (Akurama, 1982)
105. Matraman – The Upstairs (Sirkus Record, 2004)
106. MK II - Puppen (Distorsi, 1997)
107. JKT:SKG (Aksara, 2004)
108. Pahama Vol.1 (Bimbo Recording System, 1976)
109. Kubik (Target Pro, 1997)
110. Save My Soul – Padi (Sony, 2003)
111. The Brandals (Sirkus, 2003)
112. The Adams v2.05 (Aksara, 2006)
113. Beyond Coma And Despair – Burgerhill (Revolt, 2006)
114. 1st – Maliq & D’essentials (Sould Out/Warner, 2005)
115. Masaindahbangetsekalipisan (40.1.24, 1997)
116. Bintang Di Surga – Peterpan (Musica, 2004)
117. Ku Ingin Kembali – Iwa K (Musica, 1993)
118. Ekspresi – Titi Dwijayati (Granada, 1988)
119. Cerita Cinta – Kahitna (Musica, 1994)
120. Keajaiban – Reza (Aquarius, 1997)
121. Keseimbangan – Ari Lasso (Aquarius, 2003)
122. High Octane Rock – Seringai (Parau/Resswara, 2004)
123. 10 Finalis Festival Rock Se-Indonesia Ke V (Logiss, 1989)
124. Tha Nekrophone Dayz (Remnants & Traces From The Years Worth
Living – Homicide (Subciety, 2006)
125. Getah (Hemagita/WEA, 1995)
126. Makara (Prosound, 1986)
127. Suara Persaudaraan (Suara Persaudaraan, 1986)
128. Love and Turbo Action – Goodnight Electric (HFMF/Aksara, 2004)
129. Pancaran Sinar Petromak (DD Records, 1979)
130. Behind The 8th Ball – Rotor (Airo, 1992)
131. Ta’kan – Guest Band (Union Artist)
132. Teluk Bayur – Ernie Djohan (Remaco, 1964)
133. Buaya Ska – Waiting Room (Waiting Room Records, 1997)
134. Orexas – Remi Sylado (Duba, 1980)
135. Potret II (Aquarius, 1997)
136. Power One – Power Metal (Logiss, 1991)
137. Kembali Berdansa – Shaggydog (Pops, 2006)
138. 17 th Ke Atas – Flowers (Aquarius, 1996)
139. Insting Psiko & Harmony – Plastik (Bulletin, 1997)
140. Waktu Hijau Dulu – Cherry Bombshell (Bulletin, 1997)
141. Kasmaran – Elfa’s Singers (Team Records, 1987)
142. Bidadari – Andre Hehanusa (Warna Musik, 1995)
143. Rasa Baru – Cokelat (Sony, 2001)
144. Balonku – Eno & Adi (Irama, 1963)
145. Anak Pantai – Imanez (Aquarius, 1994)
146. Melly (Aquarius, 1998)
147. Albumnya Oppie – Oppie (Musica, 1993)
148. Ku Ingin – The Groove (Sony, 1999)
149. Kuta Rock City – Superman Is Dead (Sony, 2002)
150. Ska-Phobia – Tipe-X (Pops, 1999)